Kabar Gembira!!! Pabrik Butuh 20.800 Ton Tembakau

Di Post pada : 2017-04-25 Oleh admin : Disperindag Pamekasan

PAMEKASAN – Informasi baik bagi petani Pamekasan menjelang musim tembakau. Daun emas yang mereka tanam sangat dibutuhkan pabrikan. Tahun ini tembakau kering yang dibutuhkan pabrik sebanyak 20.800 ton.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto Selasa (18/4). Menurut dia, kebutuhan tembakau 2017 lebih banyak daripada tahun sebelumnya yang hanya sekitar 19 ribu ton.

Bambang menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya berkoordinasi dengan pabrik rokok yang membuka gudang pembelian tembakau di Pamekasan. Koordinasi terkait seputar tembakau, mulai harga hingga target serapan.

Kabar baik itu bukan hanya dari sisi meningkatnya kebutuhan tembakau. Dari sisi harga, tembakau juga menyiratkan angin segar. Pemerintah menetapkan break even point (BEP) tembakau kering Rp 34 ribu per kilogram.

Harga tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mentok di angka Rp 32 ribu per kilogram. ”Kalau masa tanam tembakau berjalan lancar, kami yakin petani bisa meraup untung banyak,” katanya.

Hanya, yang perlu diingat, sambung dia, harga bisa fluktuatif bergantung pada kualitas tembakau yang dihasilkan petani. Jika kualitas bagus dan tidak dicampur tembakau luar Madura, tembakau diyakini bakal laku dengan harga tinggi.

Karena itu, demi menjaga tembakau luar Madura masuk Pamekasan, pemerintah akan mengawasi secara ketat. Yakni, menugaskan penegak peraturan daerah (perda) agar berjaga di pintu masuk Kota Gerbang Salam.

Pengawasan semacam itu dilakukan setiap tahun dan hasilnya positif. Tahun ini pengawasan ketat tembakau luar Madura dengan memeriksa setiap truk yang mencurigakan bakal diterapkan kembali. ”Pengawasan ketat pasti kami lakukan,” tegasnya.

Bambang menyampaikan, masa tanam tembakau diprediksi dimulai Mei. Kemudian, daun emas mulai dipanen pada Agustus. Selama masa tanam, diprediksi terjadi hujan. Tapi pada saat masuk panen, mulai jarang hujan.

Berdasar survei, lahan pertanian yang siap ditanami tembakau cukup luas. Yakni, sekitar 27 ribu–30 ribu hektare. Jika hasil produksi tembakau bagus, lahan tersebut sanggup menutupi kebutuhan pabrik. ”Petani harus menjaga kualitas tembakau asli Pamekasan,” sarannya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, permintaan tembakau oleh pabrikan tidak saklek. Artinya, bisa jadi berkurang dan bisa pula bertambah sesuai kondisi cuaca dan kualitas tembakau.

Dia meminta disperindag proaktif mengawasi tembakau. Tim pengawas bentukan pemerintah diharapkan melibatkan dewan. Harapannya, pengawasan lebih maksimal. ”Informasi terkait kebutuhan tembakau dan larangan untuk mencampur tembakau juga harus disampaikan kepada petani,” katanya.

Harun menyampaikan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pabrik. Jika masa tanam tembakau sudah berjalan, legislatif akan memanggil pabrik yang buka gudang pembelian di Pamekasan. Tujuannya, mengawal realisasi penyerapan tembakau.

”Kami tidak ingin ada permainan apa pun pada pembelian tembakau. Kami akan melakukan pengawasan secara intens,” tandasnya. (source: radarmadura)