Tahun 2017 Harga Minimal Tembakau Ditetapkan Rp34.000 per Kg

Di Post pada : 2017-04-25 Oleh admin : Disperindag Pamekasan

PAMEKASAN - Jelang musim tanam tembakau 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mulai serius meminimalisasi turunnya harga tembakau saat panen nanti.

Untuk itu, Pemkab Pamekasan jauh-jauh hari sudah menetapkan break event point (BEP) atau harga minimal tembakau pada masa panen sebesar Rp34.000 per kilogram (kg). BEP sebesar Rp34.000 tersebut dinilai sudah cukup maksimal dan mengalami kenaikan.

Sebab, bila dibandingkan dengan saat musim panen 2016, harga BEP hanya sebesar Rp32.000 per kg. Untuk patokan BEP yang naik itu juga dinilai masih masuk akal karena juga berbanding dengan ongkos pekerja yang dari tahun ke tahun juga naik.

"Kalau masalah harga bergantung kualitas dan pasar lah. Kalau dari segi harga pabrik, pasti akan mengikuti kualitas. BEP naik karena biaya pekerjanya juga naik," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto kemarin.

Bambang menjelaskan, dengan BEP tembakau senilai Rp34.000 per kg akan mencapai target. Itu karena untuk 2017 ini, pihak pabrik membutuhkan sekitar 20.800 ton tembakau Pulau Madura termasuk Kabupaten Pamekasan.

Sementara untuk lahan, di Kabupaten Pamekasan masih tersedia seluas 27.000-30.000 hektare. Baik untuk kategori tegalan maupun perbukitan, tapi memenuhi syarat untuk ditanam tembakau dalam musim tanam nanti. "Kalau dengan BEP yang sudah ditetapkan, akan menjadi patokan bagi pabrik dan kalangan petani," urai Bambang.

Dia berharap, dengan BEP yang sudah ditetapkan itu bisa mendongkrak daya beli tembakau milik petani. Setidaknya, ada kenaikan harga yang juga bergantung pada kualitas tembakau dari hasil panen nanti, baik itu di kawasan tembakau tegalan maupun perbukitan.

"Yang perlu diantisipasi adalah masuknya tembakau luar Madura sehingga butuh pembahasan lebih lanjut", ungkapnya.

Untuk mengingatkan, pada musim panen sebelumnya, tanaman tembakau petani di Pamekasan sempat terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu. Tanaman tembakau yang terendam banjir mulai dari Kelurahan Kangenan, Kecamatan Pamekasan, hingga di Jalan Raya Desa Montok, Kecamatan Larangan.

"Mudah-mudahan musim tanam dan panen 2017 ini tidak diganggu banjir seperti tahun lalu", kata petani tembakau Marsudi. (economy.okezone.com)