Rokok tanpa Cukai Dijual Bebas di Toko

PAMEKASAN – Peredaran rokok tanpa cukai atau ilegal marak. Produk itu dijual secara bebas di pertokoan. Hal itu diketahui setelah Disperindag Pamekasan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko, Kamis (29/3).

”Kami dengan beberapa instansi yang lain m sidak ke Pademawu. Sidak ini kami lakukan untuk mengetahui apakah rokok ilegal itu masih ada atau belum,” kata Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto Jumat (30/3).

Dari hasil sidak tersebut ditemukan puluhan rokok tanpa cukai dengan merek berbeda. Pihaknya langsung mengamankan rokok ilegal tersebut. Pemilik toko juga diminta tidak berjualan rokok itu lagi. ”Kami juga memberikan pemahaman kepada para pemilik toko,” terangnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan dan disetor ke Kantor Bea Cukai di Sumenep. Sebab tugas disperindag hanya mengumpulkan informasi dan mengambil sampel.

”Kami turun ke toko-toko dan IKM sambil gali inofmasi. Kemudian, dilaporkan ke Bea Cukai Sumenep. Jika terjadi pelanggaran, bea cukai akan melakukan penindakan,” terangnya.

Dia berharap agar pelaku industri kecil menengah (IKM) atau pabrik rokok harus melengkapi izin sesuai prosedur. ”Kami tidak melakukan penindakan, hanya pencegahan saja” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari menyebut, jumlah industri rokok di Pamekasan berjumlah 220. Namun, hanya 35 industri yang menggunakan nomor pokok pengusaha barang  kena cukai (NPPBKC). ”Selebihnya belum menggunakan NPPBKC,” terangnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Iskandar meminta agar pemkab memberikan pembinaan secara intens kepada pelaku industri rokok ilegal. Sebab keberadaan industri juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Keberadaan industri menjadi solusi di tengah minimnya lapangan pekerjaan. ”Kami berharap mereka dibina dan diberikan arahan. Dengan demikian, mereka bisa menjalankan usahanya sesuai aturan dan tidak mendapatkan sanksi” pungkasnya. (Radar Madura)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply