Pemkab Pamekasan Bahas Pembelian Tembakau Dengan Pabrik

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi di Surabaya bersama pihak pabrik rokok, Selasa (10/4/2018). Rapat tersebut membahas penawaran dan permintaan tembakau pada musim panen mendatang.

Sejumlah pejabat hadir dalam rapat itu. Di antaranya, wakil bupati Pamekasan, ketua DPRD Pamekasan, Plt Sekkab Pamekasan, Komisi II DPRD Pamekasan, dan Disperindag Pamekasan.

Juga hadir dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pamekasan, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setkab Pamekasan, dan Kabag Humas dan Protokol Setkab Pamekasan. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Ketua Komisi Urusan Tembakau Pamekasan (KUTP) juga hadir dalam rapat tersebut.

Delegasi pabrik rokok yang hadir yaitu dari PT Djarum, PT Gudang Garam, PT Bentoel, dan PT Sadhana Arifnusa. Hadir juga dari PT Wismilak, PT Nojorono, dan PR Sukun.

Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari menjelaskan, tembakau masih menjadi salah satu komoditas unggulan dan sangat diharapkan petani. Meskipun dari sisi harga selama ini dirasakan belum begitu berpihak kepada petani.

Setiap tahunnya, dalam rangka persiapan musim tembakau, Pemkab Pamekasan melakukan berbagai upaya. Mulai dari serap informasi kebutuhan tembakau, sosialisasi budi daya dan bantuan benih, pengaturan tata niaga tembakau, hingga pengawasan dan pemantauan pelaksanaan tata niaga tembakau.

”Kami berharap dapat memberikan manfaat yang baik buat para petani. Begitu juga pihak pabrik dapat memperluas kemitraan agar alih teknologi budi daya maupun penanganan pascapanen hasilnya sesuai kebutuhan,” harapnya.

Dari rapat koordinasi tersebut, diketahui kebutuhan tembakau pada tahun ini. PT Djarum membutuhkan 6.000 ton tembakau, PT Gudang Garam 5.000 ton, PT Sadhana Arifnusa 1.500 ton dan PT Bentoel 1.500 ton. Kemudian PT Nojorono membutuhkan tembakau sebanyak 600 ton, PT Sukun 500 ton, dan PT Wismilak 250–500 ton.

Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto berharap, kuota pembelian tembakau minimal seperti tahun lalu. ”Mengingat, serapan pembelian tembakau selalu di bawah rencana,” ungkap dia. (Jawa Pos)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply