Mengangkat Derajat Batik Pamekasan

Model membawakan busana batik khas pamekasan dalam acara "Madura Eksotik Carnival" rangkaian hari jadi Pamekasan ke-488 Kabupaten Pamekasan

Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur, memiliki 38 sentra dan 933 unit usaha batik yang menjadi sumber pendapatan bagi 6.526 warganya.

Mengutip Antara, Senin 14 Januari 2019, batik ikut menyumbang perekonomian daerah, karenanya pemerintah kabupaten berusaha mendorong perkembangannya melalui program-program pembinaan, peningkatan sumber daya manusia, bantuan peralatan, serta dukungan promosi produk dan perluasan pasar.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan kesadaran warga untuk menggunakan dan mencintai batik lokal serta program promosi yang efektif penting bagi pengembangan usaha kreatif tersebut.

Dalam upaya untuk mempromosikan batik dan meningkatkan keterikatan warga pada batik lokal, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menghiasi kendaraan-kendaraan milik organisasi perangkat daerah dengan motif batik lokal.

Pada 7 Januari 2019, pemerintah daerah meluncurkan setidaknya 90 kendaraan dinas berupa mobil dan sepeda motor yang berhias stiker bermotif batik Sekar Jagad khas Pamekasan.

Mobil dinas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e memimpin kendaraan-kendaraan dinas berhias stiker batik berkonvoi dari halaman Pendopo Ronggosukowati menuju Monumen Arek Lancor di jantung Kota Pamekasan dalam upaya promosi batik lokal tersebut.

“Ini merupakan bagian dari upaya memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa masyarakat Pamekasan untuk mencintai produk lokal dan menggunakan produk lokal,” kata Bupati

Dia mengatakan usaha batik, yang sudah sejak lama menjadi bagian dari kehidupan warga Pamekasan, bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Batik merupakan identitas kita. Batik merupakan produk lokal kita. Batik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Pamekasan. Batik adalah kita. Untuk itulah, mulai detik ini, kami deklarasikan, Pamekasan Kota Batik,” kata Bupati.

Pengamat ekonomi dari Universitas Madura Dr Gazali mengatakan upaya pemerintah kabupaten mempromosikan batik lewat mobil dinas akan membawa dampak positif bagi pemasaran batik tulis Pamekasan, apalagi jika dibarengi dengan pewajiban mengenakan batik lokal pada hari-hari tertentu.

Program promosi yang sistematis, menurut dia, bisa menguatkan persepsi publik bahwa menggunakan batik Pamekasan merupakan sebuah kebanggaan.

“Jadi, apa yang dilakukan Bupati Pamekasan akan menciptakan persepsi bahwa menggunakan batik Pamekasan adalah sebuah gengsi, karena batik Pamekasan dipakai pejabat,” katanya.

Namun, ia menekankan, dukungan promosi seperti melalui penempelan stiker batik pada mobil dinas pemerintah juga mesti disertai dengan program pembinaan serta dukungan pemasaran, utamanya secara daring. (ant)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply