Gedung Sentra Batik Akan Di Buka Tahun ini

Bangunan gedung batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, segera akan difungsikan.

Pamekasan – Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto masih berkoordinasi dengan semua pihak termasuk aparat desa, guna membuka gedung sentra batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo. ”Kami merencanakan dalam tahun ini,” terangnya pada radar madura.

Selai itu, beberapa fasilitas gedung belum lengkap. Maka Pemkab tahun ini kembali menganggarkan pembangunan tahap ketiga untuk fasilitas pendukung. Anggarannya Rp 2,3 miliar. ”Akan dimanfaatkan untuk pembuatan sumur bor, air bersih, pagar, IPAL, dan mebelnya,” bebernya.

Sesuai rencana, fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai pusat pendidikan batik, wisata batik, dan promosi batik. Jika ada event tertentu juga bisa letakkan di lokasi tersebut. ”Sesuai masterplan akan dijadikan sebagai Kampung Batik,” terangnya.

Penentuan perajin batik yang akan menempati gedung tersebut dipasrahkan ke pemerintah desa. Sebab, gedung tersebut nanti dikelola BUMDes. ”Kita hanya men-support dan memfasilitasi,” terangnya.

Ahmadi, 40, seorang perajin batik berharap gedung tersebut bisa segera dimanfaatkan. Dengan demikian, fasilitas itu bisa dirasakan perajin. ”Saya berharap fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan dan mampu mendongkrak penjualan batik,’ kata pria asal Proppo tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik berharap fasilitas tersebut tidak menjadi polemik bagi para perajin. Perajin yang akan menempati gedung tersebut harus didata dengan baik. ”Jumlah perajin banyak, pendataannya harus dilakukan dengan baik dan berdasarkan musyawarah. Jangan sampai justru hanya dimonopoli perajin tertentu,” harapnya.

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply