Bupati Pamekasan: Tembakau Bagian Pengharapan Hidup Warga Pamekasan

Bupati Pamekasan dalam sosialisasi bersama Bea Cukai Pamekasan

Pamekasan – Bupati Pamekasan KH. Badrut Tamam menyampaikan bahwa masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur sangat mengidolakan tanaman pertanian yang berupa tembakau, dan saking mengidolakan tanaman tembakau masyarakat sampai mengatakan tembakau adalah daun emas.

Menurutnya, tembakau merupakan bagian dari pengharapan hidup warga Pamekasan dan merupakan usaha utama disamping usaha yang lain bagi masyarakat Pamekasan.

Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan saat menghadiri sosialisasi Peraturan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomer 222/PMK.07/2017 tentang penggunaan, pemantauan dan efaluasi dengan bagi hasil tembakau serta penggunaan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau), yang terselenggara di Pendopo Ronggo Sukowati Pamekasan Senin, 01/07/2019.

Dengan hal itu, Bupati Pamekasan menyebutkan 5 program penggunaan DBHCHT yaitu peningkatan kwalitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan dibidang cukai,dan aturan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

“Penggunaan DBHCHT sudah memasuki tahun ke 11 dan manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat Pamekasan yang salah satunya pembangunan rumah sakit di kecamatan waru,”, kata Badrut Tamam.

Pengadaan peningkatan jalan desa untuk menunjang bidang ketembakauan dan pengadaan alat pertanian sudah dirasakan pula oleh masyarakat.

Selain itu Mantan DPRD Provinsi jatim ini menyebutkan, total produksi tembakau di tahun 2018 mencapai 18.000 ton dari luas lahan 30.000 h yang terdiri dari lahan gunung, kering dan basah.

“Ada kenaikan penerimaan alokasi dari DBHCHT sebesar lebih dari Rp 2 milyar yang totalnya lebih dari Rp 47 milyar, dikarenakan meningkatnya kwalitas penyerapan anggaran DBHCHT tahun sebelumnya,” sebut Bupati.

Dalam hal ini Bupati Pamekasan berharap, mengenai rokok elegal ada kerja sama dengan kita, tidak hanya perang melawan rokok elegal namun kita harus menerapkan sosialisasi, pemahaman kepada masyarakat tentang rokok elegal.

“Upayakan ada suatu tahapan untuk melakukan tindakan seperti, sosialisasi dengan para Hum industri berbicara dari hati kehati, persoalan yang ada, dan apabila ada kesepakatan bersama, masih melanggar maka tahapan terakhir adalah penindakan,” tegasnya.

Sementara Kepala Kanwil Jatim 1 Moh. Purwantoro menyampaikan, sesuai PMK (peraturan mentri keuangan) antara pemerintah daerah dengan Bea Cukai 5 program yang harus dijalankan yang diantaranya, pemberantasan barang kena cukai ilegal dan sosialisasi ketentuan di bidang cukai.

“Mensinergikan implementasi PMK dengan pemerintah daerah agar kinerja Direktorat Bea Cukai dalam pemberantasan rokok ilegal lebih efektif dan kinerja penerimaan lebih baik,” ungkap Purwantro.

Selain itu Kepala Kanwil 1 menyebutkan, sesuai dengan apa yang di sampaikan Bupati Pamekasan dalam pemberantasan rokok ilegal harus melalui tahapan tahapan. “Untuk melakukan pemberantasan rokok ilegal tahapannya meliputi pembinaan dan pendekatan bukan hanya reprensif akan tetapi prefentif dan edukatif dan pendekatan dari hati kehati,” pungkasnya. (sigap88.com)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply