Hujan, Petani Tembakau di Pamekasan Bersyukur

Pamekasan – Sebagian petani tembakau di Dusun Baban, Desa Sokalelah, Kadur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur senang lantaran pagi ini lahannya diguyur hujan. Kamis (4/7/2019) pagi.

Menurut salah satu petani, Moh Eksan (46), di bumi Gerbang Salam merupakan kali pertama diguyur hujan setelah beberapa bulan terakhir tidak hujan karena masuk musim kemarau.

“Alhamdulillah saya bersyukur ada hujan, dengan begitu hari ini saya tidak usah menyiram,” katanya.

Apalagi kata Eksan, beberapa hari terakhir untuk mengairi daun emas sebanyak 9 ribu pohon itu butuh mengeluarkan uang yang tidak sedikit, menggunakan air sumur bor tradisional ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 75 ribu per jamnya. “Lumayan terbantu dengan adanya hujan,” tambahnya.

“Sekarang hujan masih diharapkan petani tembakau. Kalau sudah menjelang panen diharap tidak hujan lagi, karena tembakau bisa rusak. Semoga harga tembakau nanti tinggi,” harapnya.

Sementara Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono mengkonfirmasi, turun hujan diprediksi hanya turun pada hari ini sebab puncak musim kemarau masih bulan Agustus mendatang.

“Insya Allah hujan hanya pagi ini saja, karena secara umum sudah masuk musim kemarau. Puncak musim kemarau Agustus,”terangnya singkat. (Media Madura)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply