Motif Khas Batik Pamekasan Angkat Filosofi Kehidupan Masyarakat

Surabaya – Selama gelaran Batik Fashion Fair yang diadakan sejak 27 November hingga 1 Desember 2019, booth Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan hampir tak pernah sepi pengunjung.

Menurut pantauan Tribunnewswiki, pengunjung yang datang ke stand tersebut beragam. Di antaranya ada yang hanya melihat, membeli satu atau dua buah, bahkan membeli lebih dari lima buah kain Batik Pamekasan.

Batik yang dulunya banyak ditemukan di Jawa Tengah, kini hampir setiap daerah di Indonesia memiliki. Satu di antaranya adalah di Pamekasan, Jawa Timur.

Bahkan, menurut perwakilan Promosi dan Pemasaran Disperindag Kabupaten Sumenep Harsya Budi Bakhtiar, Batik Pamekasan kini telah banyak dikenal di Indonesia hingga mancanegara.

Alasannya, Batik Pamekasan memiliki warna yang berbeda dari batik lain yang cenderung memiliki nuanasa coklat gelap-terang sampai putih.

“Batik Pamekasan ini warnanya cetar, mbak. Biasanya menggunakan warna merah, kuning, juga hijau,” terang pria yang akrab disapa Budi itu.

Selain itu, motif yang digunakan untuk Batik Pamekasan, hampir tak ditemukan di daerah lain.

Batik Pamekasan, lanjut Budi, biasanya memiliki motif tumbuhan juga hewan.

“Yang jadi pakem Batik Pamekasan sebenarnya ada banyak tapi beberapa yang terkenal yakni, motif Mok Ramok (akar), motif Geringsing, motif Serat Kayu, juga motif Sekar Jagad ala Pamekasan,” tambah Budi.

Budi menjelaskan, semua motif Batik Pamekasan berangkat dari filosofi kehidupan masyarakat Madura sehari-hari yang identik dengan dunia pertanian, hasil laut, dan banyak potensi alam.

Hal itu kemudian dituangkan dalam selembar kain untuk dijadikan inspirasi membuat motif Batik Pamekasan.

Peran Pemerintah Kabupaten Pamekasan Promosikan Batik Khas Daerah

Dalam kesempatan itu, Budi menerangkan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan mendukung penuh geliat Industri Kecil Menangah (IKM) mulai dari pengrajin hingga penjual kain Batik Pamekasan.

Peran pemerintah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan memberikan support pada pengrajin untuk dapat mengembangkan usahanya. Mulai dari memberikan pelatihan membatik hingga cara mempromosikan hasil karya mereka.

“Biasanya kami mengadakan event pameran, exhibition, dan lainnya untuk menjadi wadah para pengrajin mengenalkan karyanya,” tutur Budi.

Ketika ditanya soal program Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mengenalkan Batik Pamekasan, Budi menjelaskan ada tiga program yang sudah dilakukan.

Program pertama, Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengajak Industri Kecil Menengah (IKM) untuk bersaing di pasar nasional guna mengenalkan Batik Pamekasan.

“Caranya dengan mengadakan pameran juga eksibisi. Tahun lalu, Disperindag Kabupaten Pamekasan menggelar Gebyar Batik Pamekasan yang diadakan di Pamekasan, Surabaya, dan Yogyakarta,” jelasnya.

Kedua, tambah Budi, pemerintah membina pelaku IKM Batik Pamekasan agar terus berinovasi mengenai pengetahuan perkembangan teknologi saat ini, motif dan warna batik, perkembangan pasar, dan cara memasarkan.

“Terakhir, kami juga menggandeng beberapa desainer terkenal seperti Embran Nawawi dan Ivan Gunawan untuk mengenalkan Batik Pamekasan,” tutup Budi. (suryawiki.tribunnews.com)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply