Tak Heran Jika Harganya Mahal, Satu Kain Batik Pamekasan Ada yang Dikerjakan Selama Hampir Setahun

SURABAYA – Seorang pengrajin kain Batik Pamekasan Agil Ahmad mengaku, dalam pengerjaan Batik Pamekasan ada yang memakan waktu hampir satu tahun lamanya.

Hal itu disampaikan Agil Ahmad saat ditemui Surya.co.id pada gelaran Batik Fashion Fair 2019 di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Lamanya pengerjaan selembar kain Batik Pamekasan itu lantaran teknik pembatikan yang dilakukan pada dua sisi kain.

Tak hanya itu, teknik pewarnaan kain tersebut juga dilakukan sebanyak sembilan kali pewarnaan.

“Jadi ada Batik Pamekasan yang memiliki dua sisi batik. Ini yang membuat proses pengerjaannya lama,” terang Agil Ahmad.

Teknik pewarnaannya juga dimulai dari warna paling terang ke gelap. Dalam kain yang ditunjukkan oleh terdapat sekitar tiga warna yakni, merah, kuning dan hijau.

“Untuk pewarnaan kain ini, kami mulai dari warna kuning, merah, baru kemudian hijau. Meski terdiri dari tiga warna, tapi teknik pewarnaan dilakukan selama sembilan kali,” jelasnya.

Agil menjelaskan, sebagian besar motif yang identik dengan Batik Pamekasan adalah flora dan fauna.

Seperti yang tergambar pada satu kain dengan warna dasar merah muda di samping booth.

Kain yang dijual dengan harga Rp 15 juta itu memiliki ornamen bunga di bagian tengah dan kupu-kupu di tepian kain.

“Kami di sini mengembangkan dari Hokokai yang mana merupakan ornamen bunga dan kupu-kupu,” tambah Agil Ahmad.

Untuk diketahui, Hokokai merupakan motif perpaduan Jepang dan Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang, motif batik ini lahir di pesisir utara Pulau Jawa.

Biasanya, motif dominan dari Hokokai adalah bunga sakura dan krisan.

Melalui kain dengan motif ini, Batik Pamekasan ingin menyampaikan sebuah persatuan.

“Maknanya supaya tak ada lagi perbedaan, karena mereka telah disatukan melalui motif dari kain batik ini,” terang Agil.

Kain dengan motif itu, imbuh Agil, juga biasa digunakan untuk acara pernikahan dan melambangkan kebahagiaan.

Harga Jual Batik Pamekasan

Pada Surya.co.id, Agil mengatakan Batik Pamekasan yang ia jual selama Batik Fashion Fair 2019 berkisar pada harga Rp 150 ribu hingga Rp 15 juta.

“Jadi kami menyasar seluruh kalangan. Maka dari itu, harga yang kami tawarkan bervariasi. Kalau mereka cari batik harga Rp 200 ribu, kami ada. Cari harga yang Rp 750 ribu sampai Rp 15 juta juga ada,” katanya.

Selama pagelaran Batik Fashion Fair 2019, Agil mengaku mendapat omzet sebesar Rp 30 juta sejak hari pertama hingga terakhir. (surabaya.tribunnews.com)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply