Produk IKM Pamekasan Sukses Masuk Pasar Retail Modern

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdiyati Muradi mengatakan saat ini di Pamekasan sudah 12 produk IKM yang dilatih BPWS dan Pemerintah Daerah serta telah masuk ke pasar retail modern.

Pamekasan – Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Madura yang dilatih BPWS dan Inopak Institute bekerjasama GIZ Jerman dan Pemda se Kabupaten Madura sukses masuk ke pasar retail modern.

Hal Ini terungkap dalam Pelatihan Teknik Pengemasan Modern di Pamekasan yang digelar BPWS, Inopak Institute dan Pemkab Pamekasan, Selasa (21/01/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Pamekasan, Abdiyati Muradi dalam kegiatan itu mengutarakan, saat ini di Pamekasan sudah 12 produk IKM yang dilatih BPWS dan Pemerintah Daerah serta telah masuk ke pasar retail modern. Produk yang sudah masuk antara lain, teri, rengginan, otok dan lain sebagainya.

“Seperti Alfamart, Indomart dan pasar modern lainnya. Produk lainnya akan segera menyusul. Ini perkembangan positif setelah dilatih BPWS. Dan jelas telah menyumbang pertumbuhan ekonomi kawasan,”kata dia.

Sementara, Kasubdiv Pemberdayaan Masyarakat BPWS, Edi Slamet, berharap peserta latih memiliki kepercayaan diri, kualifikasi dan kualitas untuk masuk ke toko retail modern. Ini tujuannya agar, menjadi IKM sesungguhnya.

“Apa itu? Industri Kecil Miliaran. Ini bukan mustahil, hanya tinggal beberapa langkah lagi. BPWS akan terus akan dorong,” tandas bapak tiga putri yang dikenal concern di bidang industri kecil ini.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris BPWS, Sidik Wiyoto menegaskan, BPWS telah membangun jaringan nasional dan interanasional untuk memberikan ruang kepada IKM Madura berkiprah di pasar retail lebih besar. berkali kali membangun komitmen dengan

“Kita (BPWS, red) sudah membangun komitmen dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia yang memiliki jaringan toko retail modern sejumlah lebih dari 4000 gerai. Ini Kesempatan emas,” tadas mantan Kepala BPKP ini.

Ditambahkan, BPWS berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas SDM Madura untuk semakin berkiprah di kancah internasional. Oleh sebab itu, perlu adanya sinergitas pemerintah daerah dan seluruh stakeholder di Madura untuk membangun kualitas dan potensi Madura. “Ini benar benar potensi besar yang harus didorong bersama sama,” tegasnya.
Baca Juga: Dinsos: 141. 500 Rumah Tangga di Bangkalan Hidup Dibawah Kemiskinan

Terpisah, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, menyambut baik pelatihan yang dilakukan BPWS tersebut. Bahkan menurutnya, diklat itu selaras dengan program kerja jajarannya di pamekasan. “Kami memiliki program untuk menciptakan 10.000 pengusaha start up. Sinergi dengan BPWS dalam pelatihan ini, jelas sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Diketahui, peserta latih dari kegiatan ini adalah para pengusaha industri kecil menengah yang sudah memiliki produk namun masih memiliki kendala dalam penjualan. Produk yang dihasilkan tidak maksimal.

Para peserta dilatih manajemen, teknik kemasan, membuka jaringan nasional dan internasional, memfasilitasi ke pasar retail modern dan bimbingan konseling, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. (pojoksuramadu.com)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply