Pasar Kolpajung Pamekasan Akan Dibangun Tahun Ini

PAMEKASAN – Setelah lima tahun menunggu, Pasar Polowijo Kolpajung, Jl Ronggosukowati, Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan, yang terbakar dan meludeskan 100 kios pada 9 Oktober 2015, akan dibangun kembali.

Pasar tradisional terbesar di Madura ini, akan dibangun berlantai II di atas tanah seluas 1,84 hektare.

Rencananya akan ada 4 blok bangunan. Tiap-tiap blok berukuran 30 x 50 meter.

Dilengkapi fasilitas parkir mobil dan sepeda motor, ruang terbuka hijau dan pengelolaan sampah yang besar dan memadai, yang dikelola dengan manajemen modern pasar bersih.

Untuk membangun Pasar Kolpajung yang sifatnya multiyears ini, Pemkab Pamekasan menggunakan dana anggaran perbelanjaan negara (APBN) 2019, sekitar Rp 100 miliar.

Diperkirakan pembangunan Pasar Kolpajung dilakukan Agustus 2020.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, Rabu (22/1/2020) mengatakan, untuk membangun Pasar Kolpajung yang nantinya menjadi Pasar Rakyat Kolpajung, pihaknya sudah mempersiapkan lahan untuk tempat penampungan sementara (TPS) bagi 977 pedagang yang menempati Pasar Kolpajung, belum termasuk PKL yang berjualan di pinggir jalan.

Lokasi TPS bagi pedagang dan PKL Pasar Kolpajung ini, di lapangan sepak bola di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan, berjarak sekitar 1 km ke arah utara.

“Kami sudah koordinasi dengan lurah Kowel, lurah Kolpajung, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan, berkaitan dengan rencana rekayasa lalu lintas sekitar TPS, termasuk proses pembangunannya,” ungkap Bambang Edy Suprapto.

Dikatakan, saatkoordinasi dengan lurah Kowel, dibicarakan penggunaan lapangan sepak bola untuk TPS, termasuk lahan parkir, selanjutnya melakukan kerjasama dan nota kesepakatan dengan Karang Taruna, Kowel, sehingga masyarakat di sana siap dengan kehadiran TPS.

Bambang mengatakan, jika lahan TPS itu bisa menampung seluruh pedagang dan PKL.

Namun Bambang meminta kepada pedagang hendaknya memaklumi dan memahami jika kondisinya tidak sama dengan Pasar Kolpajung, yang ditempati sekarang ini, karena ini sifatnya hanya sementara.

Diungkapkannya, setelah Pasar Kolpajung itu terbakar pihaknya sudah berencana membangun kembali.

Namun tidak mungkin hanya membangun lokasi pasar yang terbakar, melainkan harus seluruhnya.

Tetapi kalau menggunakan ABPD dananya tidak cukup. Sebab kalau hanya yang dibangun lokasi yang terbakar, kesulitan menaruh materialnya.

Kemudian pada Desember 2019 lalu, proposal pembangunan Pasar Kolpajung yang diajukan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat lampu hijau dan disetujui pasar itu untuk dibangun.

Sehingga dari pusat datang meninjau, Pasar Kolpajung dan lahan untuk TPS.

“Ya, setelah pembangunan TPSnya selesai dan semua pedagang berikut PKLnya dipindah, barulah untuk pembangunan fisik Pasar Kolpajung dilelang. Paling tidak proses lelangnya antara Juni – Juli 2020, sehingga pada Agustus 2020 mendatang, sudah dibangun. Dan tidak menutup kemungkinan, pada Agustus 2021 mendatang, Pasar Rakyat Kolpajung yang baru sudah bisa ditempati,” papar Bambang Edy Suprapto. (Sumber : Surya.co.id)

Bagikan Artikel

Be the first to comment

Leave a Reply