12/07/2024

Ilustrasi. (Net)

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berupaya mengatasi kelangkaan minyak goreng curah di wilayah itu dengan menggelar Pasar Murah Ramadan.

“Pasar Murah Ramadan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng curah ini mulai Selasa (12/4/2022) hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4/2022).

Pasar Murah Ramadan akan digelar di tujuh lokasi yakni di area lapangan bekas RSUD Pamekasan, lalu di halaman Kantor Kecamatan Pakong, Batumarmar, Larangan, Proppo, Palengaan dan di halaman Kantor Kecamatan Waru, Pamekasan.

Pasar murah di lapangan bekas RSUD Pamekasan digelar selama tiga hari yakni 12-14 April 2022 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Berikutnya di halaman Kantor Kecamatan Pakong dan Kecamatan Batumarmar pada 18-19 April, lalu di Kecamatan Larangan pada 20-21 April. Kemudian tanggal 21-22 April digelar di Kecamatan Proppo dan di Kecamatan Palengaan pada 25-26 April.

“Yang terkhir pada tanggal 27 hingga 28 April 2022 akan digelar di Kecamatan Waru, Pamekasan,” kata Sjaifudin.

Sjaifudin menjelaskan, pihaknya sengaja menyampaikan lebih awal tentang rencana kegiatan pasar murah minyak goreng itu, agar diketahui oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan tersebut.

Kegiatan pasar murah minyak goreng bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, antara lain Indofood, Perum Bulog Madura, CV Anugerah Madura Retalindo, PT Wings Surya dan PT Padma Tirta Wisesa. Harga jual minyak goreng Rp14 ribu per liter atau Rp15 ribu per kilogram.

Selain minyak goreng curah, Pasar Murah Ramadan juga menjual sejumlah kebutuhan pokok lain seperti gula, beras dan tepung terigu.

Sebelumnya, Disperindag Pamekasan juga telah menggelar pasar murah minyak goreng curah khusus kepada pelaku UMKM.

“Pada pasar murah minyak goreng khusus pelaku UMKM, kami telah menyalurkan minyak goreng sebanyak delapan ribu liter dengan maksimal pembelian sebanyak 100 liter per pelaku UMKM,” jelas Sjaifudin.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (10/4/2022) minyak goreng curah kosong di sejumlah pasar tradisional di Pamekasan seperti Pasar Tradisional Sidorami di Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, dan di Pasar Duko, Kecamatan Larangan.

Para pedagang minyak goreng di dua pasar tradisional itu mengaku minyak goreng curah kosong karena tidak menerima pasokan dari distributor.

“Katanya tidak ada kiriman. Kalau dulu, setiap hari pasar kami selalu dikirim tapi akhir-akhir ini tidak ada. Hanya minyak goreng kemasan seperti ini yang rutin dikirim,” kata pedagang minyak goreng di Pasar Duko Timur, Halifah.

sumber: infoindonesia.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *