30/09/2022

????????????????????????????????????

PAMEKASAN – Perajin batik Pamekasan mengaku beruntung bisa mengikuti Gebyar Batik Pamekasan (GBP) di ‘’Eksotika Bromo’’. Sebab keikutsertaan mereka pada gelaran promosi batik Pamekasan Sabtu-Minggu (11-12/6/2022) lalu itu selain bisa mempromosikan batik karyanya, juga dapat menjual, banyak pesanan dan jaringan pelanggan baru.

“Alhamdulillah hasilnya bagi kami sangat membantu. Dari segi promosi penjualan, kami bangga bisa tampil di acara itu, penjualan bagus juga banyak pesanan dan dapat pelanggan jaringan atau link baru,” ujar Muhlis, perajin batik asal Desa Klampar Kecamatan Palengaan yang ikut bersama dua perajin batik lainnya.

Dia mengatakan jika dilihat dari jumlah kain batik yang terjual tidak terlalu banyak. Namun yang paling penting, katanya, dalam GBP itu dapat pelanggan baru, dapat promosi, dapat pesanan. Dapat jaringan baru untuk kepentingan jaringan pemasaran batik karyanya dalam jangka panjang.

“Kalau dilihat jumlah lembaran yang terjual dari kami antara 25 hingga 35 potong. Dengan harga yang beragam. Dari harga yang Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu perpotong. Namun yang paling penting bagi kami adalah kami dapat berpromosi pesanan dan jaringan baru di situ,” ungkapnya.
Pemilik “Batik Madura Center” asal Desa Klampar Kecamatan Palengaan ini mengaku sebagai pengrajin sangat terbantu sekali dengan program GBP. Karena GBP ini dapat mengangkat batik Pamekasan, bukan cuma batik karya dan miliknya, tapi batik Pamekasan secara umum.

“Sekalipun yang tampil di acara di Bromo itu hanya tiga pengrajin namun itu jangka panjangnya untuk kepentingan batik Pamekasan secara umum, setelah nama batik Pamekasan dikenal di berbagai daerah. Apalagi nanti katanya akan ditampilkan di forum internasional G20 di Bali,” tambahnya.

Dalam ajang gebyar batik tersebut, kata Muhlis, yang paling penting promosi jangka panjang, bukan hanya penjualan sesaat. Dia mengaku senang karena nama batik miliknya bisa dikenali oleh peminat batik dari berbagai daerah di Indonesia. Pengrajin batik yang mulai usahanya sejak tahun 2012 ini berharap kegatan GBP ditambah waktunya begitu juga lokasi pelaksanannya.

“Kami berharap agar ditambah waktunya, satu tahun berapa kali begitu, atau kota kota lokasinya juga ditambah merata di Indonesia, misalnya digelar di NTB, Kalimantan atau dimana saja yang penting agar batik Pamekasan makin terkenal,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan Ahmad Syaifudin mengaku esensi utama GBP adalah promosi batik Pamekasan agar bisa dikenal semua lapisan masyarakat Indonesia. Targetnya menjadi top mind, ketika orang membicarakan masalah baik.

“Ketika bicara batik yang muncul inget Batik Pamekasan. Nah itu harapan bapak bupati Pamekasan, harus selalu intensif dipromosikan. Salah satunya melalui pergelaran gebyar batik ini, yang kebetuan di Probolinggo ini dilakukan kolaborasi dengan kegiatan budaya Eksotika Bromo,” katanya.

Ahmad mengaku GBP di Bromo sukses mempromosikan batik Pamekasan. Ini ditandai dengan pemberitaan dari sejumlah media besar nasional atas kegiatan tersebut. Artinya GBP, kata dia, sudah mampu mengenalkan batik Pamekasan secara luas.

Adanya GBP, kata Ahmad, Eksotika Bromo daya tariknya semakin meningkat. Demikian juga GBP pertunjukannya semakin menarik. Ahmad optimis kedepan melalui gebyar batik Pamekasan akan semakin banyak dikenal, dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan pengrajin karena permintaan makin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: